Kerugian yang dialami petani di Desa Ngadisari Kabupaten Probolinggo cukup besar. Para pejabat diminta sesering mungkin menengok untuk memberikan support moril bagi warga yang saat ini diguyur abu Gunung Bromo.
Keluhan warga di sekitar Gunung Bromo yang kesulitan mendapatkan air bersih mendapat respon. Pemkab Probolinggo akan menyediakan tandon di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Sukapura.
Warga Dusun Cemorolawang, Probolinggo, yang hanya berjarak 3 Km dari Gunung Bromo sudah bisa bernafas lega. Lebih 600 KK tersebut kini menikmati aliran listrik setelah beberapa hari padam total.
Aktivitas Gunung Bromo yang cenderung meningkat membuat warga Tengger cemas. Untuk menghindari musibah yang lebih besar, warga muslim Tengger pun menggelar istighosah untuk keselamatan bersama.
BMKG Juanda memprediksi kemungkinan kecil abu Gunung Bromo bisa sampai di Surabaya dan Sidoarjo. Pasalnya, ketinggian abu Bromo hanya 1.000 meter dan arah angin ke timur dengan kecepatan 20-30 Km/Jam.
Sudah beberapa hari ini, kompleks wisata Gunung Bromo gelap gulita, begitu pula pemukiman penduduk. Ini dikarenakan listrik ke daerah tersebut dipadamkan untuk menghindari hubungan arus pendek akibat guyuran abu.
Gunung yang dikenal eksotik tersebut 'batuk-batuk' dalam beberapa hari terakhir. Abu yang keluar dari Bromo semakin pekat. Karena kondisi Bromo yang dinilai berbahaya, wisatawan pun tak bebas berkunjung ke kawasan itu.
Imbas Gunung Bromo, hujan abu cukup deras mengguyur di Jalan Raya Tongas-Probolinggo. Jarak pandangan sangat terbatas dan sebagian kendaraan menyalakan lampu saat melintas meski kondisi siang hari.
Aktivitas vulkanik Bromo yang semakin meningkat mulai menjadi masalah bagi warga setempat. Pasalnya, abu yang menyembur menghalangi kiriman pasokan bahan bakan minyak (BBM).