Pertemuan antara perwakilan pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Finlandia pada tanggal 4-5 Januari 2009 dikritik Gubernur Lemhannas Muladi. Pertemuan tersebut bisa diartikan masih mengakui keberadaan GAM di Aceh.
Selama dua hari, 4-5 Januari 2009, delegasi pemerintah Indonesia dan GAM melakukan pertemuan di Finlandia, Denmark. Pertemuan itu dianggap tidak ada masalah bagi pemerintah.
Setelah dua pekan berada di tanah kelahirannya, deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Tiro kembali ke Swedia. Tiro berencana kembali ke Aceh lagi tahun depan.
Juru Bicara KPA, Ibrahim Syamsuddin, menilai aksi penggranatan kantor Pusat KPA merupakan teror terhadap para mantan GAM. Aksi ini juga dinilai sangat sarat dengan muatan politis.
Pendiri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tengku Muhamad Hasan Di Tiro akhirnya tiba di tanah leluhurnya, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Dia didampingi Gubernur Aceh Irwandy Yusuf dan sejumlah petinggi GAM lainnya.
Penggunaan Bendera dan Lambang GAM sebagai identitas partai lokal yang dibentuk mantan pejuang GAM diprotes Kapoltabes Banda Aceh Kombes Pol Drs Zulkarnain.
Tiba-tiba Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini sudah berada dibawah naungan Komite Peralihan Aceh (KPA), menarik dukungan dari pasangan calon gubernur NAD, Humam Hamid dan Hasbi Abdullah. Siapa untung?