Teror di ibu kota Norwegia terus berlanjut. Beberapa jam setelah insiden ledakan bom di kantor PM Norwegia Jens Stoltenberg, muncul aksi penembakan secara misterius
Anak raja media Rupert Murdoch, James Murdoch, dituding menyesatkan Parlemen Inggris. James mengatakan tidak tahu hal penyadapan yang dilakukan reporter News of The World (NoTW). Namun dua mantan karyawan senior NoTW membantah pernyataan James itu.
Sekitar 200 orang dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jatim berunjuk rasa di depan kantor DPRD Jatim. Dalam aksinya, mereka menyerukan 'Gerakan Nasional Pasal 33' sebagai alat melawan imperialisme yang menjajah Indonesia.
News Ltd, anak perusahaan News Corp di Australia, menguasai 70 persen pasar media cetak di negeri Kangguru itu. Australia pun meminta penjelasan pada perusahaan Rupert Murdoch itu mengenai skandal penyadapan yang dilakukan kerajaan media Murdoch.
Perdana Menteri Inggris David Cameron menyesalkan skandal penyadapan telepon oleh tabloid News of The World milik raja media Rupert Murdoch. Dia pun berjanji tidak akan mempekerjakan kembali mantan redaktur News of the World, Andy Coulson sebagai juru bicaranya.
PM Inggris David Cameron hari ini akan berbicara di parlemen terkait skandal penyadapan telepon oleh tabloid News of The World milik raja media Rupert Murdoch.
Rapat dengar pendapat terbuka parlemen Inggris dengan Rupert Murdoch dihentikan selama 15 menit setelah seorang pemrotes melemparkan adonan tepung roti ke arah Murdoch.