Konon katanya, seorang wanita sunda dinilai ahli memasak jika bisa membuat sambal yang enak. Entah kepercayaan itu bisa dijadikan pegangan atau tidak. Pertanyaannya, kenapa sambal?
Bersantap di Pulau Durai, Kepulauan Riau ini adalah pengalaman libur lebaran yang tak terlupakan. Suguhan aneka kue lebaran yang lain dari pada yang lain, hingga rendang dan sayur nangka dengan rasa yang unik khas pulau ini, sungguh memberikan sensasi bersantap yang unik dan menyenangkan!
Banyak orang masih memikirkan apa bisa makan besok pagi? tetapi ada juga segelintir orang yang selalu mencari resto 'makan sepuasnya'. Itulah kita. Meskipun lambung hanya muat 5 sendok makan nasi plus lauk-pauk selalu saja mata lebih rakus dan lapar. Mencari yang paling enak, banyak kalau bisa murah!
Nasi bungkus berlauk telor dan ikan menjadi menu makan siang Ba'asyir saat menjenguk terpidana mati bom Bali Ali Gufron, Amrozi dan Imam Samudra. Mereka bersantap bersama.
Nasi liwetnya gurih pulen, mengepul hangat. Gurame bakarnya harum menggoda dan sambal terasi plus lalapan segarpun sangat menantang. Jadilah kami menyantap dengan tangan sampai butiran nasi terakhir. Alunan seruling plus lagu-lagu Pasundan menjadi pelengkap yang nikmat habis!
Variasi ayam goreng memang tak kunjung habis. Tapi ayam goreng yang satu ini memang memuaskan. Ukuran ayamnya sedikit lebih besar, luarnya garing, bagian dalamnya lembut gurih. Belum lagi taburan kremes yang sangat royal. Dengan cocolan 3 macam sambal plus nasi uduk yang gurih, 3 potong ayam gorengpun ludes sekejap!