Sejak lima tahun lalu, sudah diketahui pilkada boros anggaran. Tidak perlu menghapus pilkada untuk menghemat. Cukup dengan membarengkan jadwal. Tapi pemerintah rupanya tidak mau bertindak.
Begitu banyak peristiwa berskala lokal maupun global timbul tenggelam di negeri ini. Tidak tahu persis jalan penyelesaiannya. Segala cara telah dilaksanakan. Segala daya upaya sudah diperbuat. Namun, krisis masih setia di republik ini.
Badan kesehatan dunia dan para tokoh dunia kini ramai mengkampanyekan sunat pria untuk mencegah ancaman penyakit menular yang mematikan HIV, terutama di negara Afrika timur dan selatan.
Bila pejabat Indonesia tutup mata dengan kendaran ramah lingkungan seperti mobil hibrid atau listrik. Presiden Amerika Barack Obama ternyata malah mengikuti perkembangan teknologi hibrid dan melakukan kampanye besar-besaran.
Apakah mereka yang aktif dan vokal menyuarakan "anti rokok" sanggup menggantikan lapangan kerja dan penghasilan dari business link industri rokok yang lenyap? Bagaimana pula kocek pemerintah yang digelontor melalui cukai?
Bawaslu mengaku banyak menerima laporan dari daerah terkait calon kepala daerah yang terindikasi bermasalah. Bawaslu pun menggandeng PPATK guna mencari calon kepala daerah dan kepala daerah yang diduga melakukan money laundering.
Pemilukada di beberapa daerah telah di depan mata. Tugas berat KPUD untuk segera memenuhi kebutuhan logistik pemilu. Selain itu tugas berat lain KPUD adalah sosialisasi pemilih mengenai tata cara memilih dan menandai surat suara.
Meski akhirnya 'dibungkam' DPR setidaknya beberapa hari belakangan kita dikejutkan oleh gagasan Direktur PLN Dahlan Iskan (DI) mengenai listrik gratis. Di beberapa daerah rakyat miskin menyambutnya dengan antusias. Sayang.