Kota-kota di Yunani kembali meledak menyambut sukses timnya mengalahkan Prancis di babak perempatfinal Euro 2004. Warga seakan tak percaya ini terjadi.
Baru saja media dan gibol Jerman mengolok-olok Belanda, kini duka nestapa menimpa. Jerman tersingkir, ngacir kembali ke negaranya. Mengapa oh mengapa? Inilah jawabnya.
Fans Belanda dan Jerman umumnya cukup puas atas hasil 1-1 kedua tim dinihari tadi. Namun beberapa suporter Belanda merasa kesal dengan kebijakan panitia soal bir.
Pers Inggris dikenal sebagai pers yang super galak. Namun kali ini sikap mereka melunak. Simpati menjadi inti dari sebagian besar headline usai kekalahan Inggris.
Kekalahan yang diderita Inggris atas Prancis disambut berbeda oleh para pendukung Inggris. Jika di Lisbon fans menyambutnya dengan lapang dada, fans di London mengamuk.