Meski jumlahnya masih jauh dari harapan, pelan tapi pasti masyarakat China mulai akrab dengan mobil listrik. Bisnis yang terkait dengan mobil listrik pun menggeliat.
Biasanya mobil listrik hanya dipakai untuk pergi ke tempat kerja. Di luar itu masih jarang karena infrastruktur pengisian bahan bakar listrik di seluruh China belum memadai.
Di Indonesia, mobil listrik masih jauh panggang dari api. Sebaliknya di China, mobil listrik sudah lalu lalang. Meski begitu, target pemerintah China ternyata meleset jauh. Mengapa?
Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, baru saja mengumumkan informasi yang sangat penting. Sesuai dengan komitmennya, Tesla akan mulai memproduksi mobil listriknya di Tiongkok dalam waktu 3 sampai 4 tahun mendatang.
Menyambut Hari Bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April, lembaga independen asal Amerika Serikat Experian Automotive merilis temuan baru mengenai konsumen kendaraan listrik dan hybrid.
Tampilan mobil listrik dimasa depan bisa dipastikan akan memiliki paras yang cantik, dan membuang jauh tampilan kaku. Terbukti kali ini tampilan terbaru Tesla Model S karya Saleen mampu memalingkan dunia otomotif.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan masih berpeluang melemah akibat masih tingginya minat jual investor didukung oleh sentimen negatif bursa regional yang melemah.
IHSG diprediksi masih akan melanjutkan pelemahan meski koreksinya sudah mulai terbatas. Belum ada sentimen positif yang bisa menggerakan pasar ke zona hijau.