Pasar saham dalam negeri melesat tajam dengan dorongan kenaikan saham-saham unggulan yang fantastis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) unjuk gigi di level 2.387.
Pasar saham masih mengandalkan kinerja laporan keuangan emiten triwulan I-2008 yang sudah banyak terbit. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju cepat ke 2.372.
Inflasi April mencatat rekor 0,57%. BPS juga memperingkatkan ancaman inflasi yang bisa menembus 9%. Namun ancaman inflasi itu tak terlalu menggoyahkan pergerakan IHSG
Hari kejepit tak menyurutkan minat para investor. IHSG pun tetap menguat dengan transaksi yang cukup ramai, didorong oleh penguatan bursa-bursa regional.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di teritori positif meski pada sesi satu sempat turun. Investor pilih wait and see sambil menanti putusan the Fed dan data inflasi April.
Tingginya inflasi akibat kenaikan harga minyak dunia dan BBM di AS membuat pasar memprediksi bank sentral AS akan memangkas suku bunga 0,25% dari saat ini 2,25%.
Pasar saham dalam negeri naik tajam menyusul keluarnya laporan keuangan emiten terutama perbankan yang masih mencatat kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlari kencang ke level 2.303 ditengah penantian pasar terhadap keputusan the Fed dan ancaman tingginya inflasi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlari kencang ke level 2.300-an ditengah penantian pasar terhadap keputusan the Fed. Laporan keuangan emiten menjadi pendorong IHSG. Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (29/4/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 50,829 poin (2,25%) ke posisi 2.305,137. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB stabil di posisi 9.215 per dolar AS.
Jakarta - Pasar saham bergejolak hebat ditransaksi awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada sesi satu anjlok langsung berbalik cepat ke teritori positif. Investor bisa sedikit melupakan tekanan ancaman tingginya inflasi dengan melakukan pembelian selektif saham unggulan.