Pernikahan 'hijau' antara Mbah Kodok dan Peri Setyowati memasuki babak baru. Anak pasutri berlainan alam ini kembar. Namanya Joko Samudro dan Sri Parwati.
Peri Roro Setyowati akhirnya 'melahirkan bayi' hasil 'perkawinannya' dengan Bagus Kodok Ibnu Sukodok alias Mbah Kodok dan ritual pun digelar. Ini merupakan bagian dari pagelaran seni kejadian yang digagas di Ngawi.
Seniman Bramantyo Prijosusilo membuat happening art untuk memunculkan legenda baru pernikahan Mbah Kodok dengan peri Setyowati. Kini setelah si peri hamil tua, Mbah Kodok akan membangun rumah untuk sang istri. Namun untuk seremoni ini diperlukan dana yang tidak sedikit.
Bagus Kodok Ibnu Sukodok (64) alias Mbah Kodok 'menikahi' peri Setyowati. Dia hidup seolah-olah memang memiliki istri. Sampai mau membangun rumah segala. Hal itu dilakukan untuk kelestarian lingkungan di Ngawi, Jawa Timur. Bagaimana respons warga?
Bagus Kodok Ibnu Sukodok yang 'menikahi' Peri Setyowati memang membuat geger Kabupaten Ngawi. Banyak yang tidak percaya. Banyak pula yang mengaku melihat penampakan pengantin perempuan meski tak kasat mata. Apa kata Mbah Kodok?
Bagus Kodok Ibnu Sukodok yang 'menikahi' peri Roro Setyowati dalam suatu seni kejadian (happening art) memang bertujuan untuk melindungi hutan dan mata air. Namun, menurut Mbah Kodok, sosok Roro Setyowati itu memang sungguh nyata adanya meski tak kasat mata.
Setelah menikahi peri Setyowati, Mbah Kodok akan membangun rumah untuk istrinya yang tengah hamil tua. Legenda baru di Ngawi ini berawal dari legenda Peri Setyowati yang tak lain adalah putri kerajaan Majapahit.