Dakwah sesungguhnya perlu tradisi keilmuan yang utuh, bukan sekadar perlu artis atau influencer sebagaimana kebutuhan promosi acara beberapa hari di ibu kota.
Kita bekerja, membangun usaha, pergi dari kampung halaman, meninggalkan keluarga, dalam rumusan kata-kata ibarat "demi sesuap nasi", yang artinya untuk makan.