Buat penggemar buntut sapi, sajian yang satu ini sayang buat dilewatkan. Buntut sapi diolah dengan bumbu komplet. Daging buntutnya lembut gurih dan kuahnya pedas-pedas asam.
Sedang lapar berat? Mampirlah resto ini. Tinggal tunjuk dan sebut ingin lauk apa. Semuanya disajikan hangat mengepul. Gulai kepala ikan, daging masak petai, garo bunga pepaya, keripik kentang atau udang bakar? Semuanya sedap disuap dengan nasi hangat. Yuk, mari!
Hidangan tradisional sedang naik daun dan digemari banyak orang. Seorang Executive Chef akan membeberkan 5 resep rahasianya. Dari seafood, ayam hingga daging sapi. Segera daftar di sini!
Sebuah tempat yang menyandang begitu banyak predikat: restaurant, tea lounge, bookshop, antique shop. Semuanya di bawah satu atap. Tidak heran bila tempat ini memang terasa cozy dan bohemian. Nyatanya, kebanyakan orang datang ke Biku untuk makan dan minum.
Restoran yang satu ini cocok bagi mereka yang ingin makan sepuasnya. Sebagian besar menu-menunya adalah hidangan Jepang plus beberapa hidangan barat seperti chicken wing atau steak burger. Hmm... cocoknya memang dinikmati beramai-ramai, pastinya dijamin kekenyangan!
Buntut dari jatuhnya batu sebesar sapi dari aktivitas galian di Gunung Bohong ke Tol Cipularang, Jasa Marga mempertimbangkan untuk menyurati pemda agar memberikan peringatan kepada pengembang.
Sebagai putra Surabaya, sejak dulu saya sangat suka rujak cingur. Herannya, bagi banyak orang luar Jawa Timur, rujak cingur ternyata adalah termasuk extreme cuisine.
Yang satu ini merupakan makanan kebanggaan arek Suroboyo. Namun bagi sebagian orang enggan mencicipinya, karena memakai bibir sapi alias cingur. Padahal rasanya mak nyuss... tenan!
Sebetulnya saya agak heran bila ditanya tentang tempat makan sate yang mak nyuss untuk berbuka puasa. Dalam benak saya, setelah berpuasa sepanjang hari, mestinya yang muncul di benak adalah makanan dan minuman yang menyegarkan. Es buah, lah. Soto sulung, lah. Eh, kok sate, sih?