Ustadz Abu Bakar Ba'asyir kembali ditangkap polisi atas kasus dugaan terorisme. Padahal dia sudah menjalani 'pembinaan' selama empat tahun di LP beberapa waktu silam.
Penangkapan Abu Bakar Ba'asyir bukan untuk pengalihan isu-isu apa pun yang tengah berkembang di masyarakat. Keterlibatan Ba'asyir sudah diselidiki sejak lama.
Bukan hanya Abu Bakar Ba'asyir yang ditangkap polisi. 5 Orang lainnya yang merupakan pengawal Ba'asyir ikut diamankan. Mereka dianggap menghalangi penangkapan Ba'asyir.
Istana menegaskan tidak ada instruksi Presiden SBY kepada Polri untuk menangkap Amir Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba'asyir. Penangkapan ini sudah dilaporkan kepada SBY.
Polisi menemukan benang merah antara pelatihan militer di Aceh dan penemuan laboratorium bom di Bandung, Jawa Barat. Pelatihan militer di Aceh & laboratorium Bandung merupakan rangkaian organisir yang berujung pada Abu Bakar Ba'asyir.
Polisi mengaku mengantungi bukti kuat mengenai peran amir Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir dalam kasus terorisme. Salah satunya terkait pelatihan militer kelompok teroris Aceh.
Polisi tidak bersedia membuka bukti-bukti keterlibatan Abu Bakar Ba'asyir dengan kegiatan terorisme di Aceh. Bukti-bukti itu akan terang benderang di pengadilan.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang menegaskan, penangkapan Amir Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba'asyir, tidak ada kaitan dengan bulan Ramadan.
Mabes Polri mengaku memiliki bukti keterlibatan Abu Bakar Ba'asyir dalam serangkaian kegiatan terorisme di Aceh dan Cibiru, Bandung. Pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki itu diduga merestui dan mendanai kegiatan terorisme di Aceh.