Kehadiran emiten baru diprediksi akan menyegarkan lantai bursa. IHSG pada perdagangan akhir pekan ini pun diprediksi masih bisa bertahan di level 3.700.
IHSG bisa menguat tipis 2 poin di tengah memanasnya konflik antara Korea Selatan dan Korea Utara. Investor cenderung wait and see atas perkembangan konflik itu.
IHSG terkoreksi 30 poin akibat tekanan jual pada saham-saham tambang dan perkebunan. Sentimen bursa global dan regional juga memberi andil dalam pelemahan bursa.
IHSG melemah 13 poin akibat minimnya sentimen. Sementara nilai tukar Rupiah dibuka melemah di posisi Rp 8.945/US$ dibandingkan kemarin di Rp 8.930/US$.
IHSG melemah tipis 3 poin akibat tekanan aksi jual pada saham-saham komoditas. Pelemahan bursa regional juga turut memberi sentimen negatif pada pergerakan bursa.
Kenaikan IHSG yang tajam pada pekan lalu kini membuka peluang untuk profit taking. Namun penguatan tajam bursa-bursa regional akan terus menopang IHSG sehingga tidak terkoreksi terlalu tajam.