Gedung Putih meminta pemerintah China untuk mengendalikan sekutunya, Korea Utara (Korut) guna menstabilkan semenanjung Korea. Menurut Gedung Putih, China punya pengaruh kuat atas tindakan dan perilaku Korut.
Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan menggelar diskusi seputar krisis Semenanjung Korea. Namun, dari 25 Kedutaan Besar negara Asia Pasifik di Jakarta yang diundang, hanya perwakilan Kedubes China dan Rusia yang hadir.
Saksi-saksi mata di Myanmar mengklaim telah melihat bukti bahwa lokasi rudal dan nuklir diam-diam sedang dibangun di kawasan hutan terpencil di negeri itu. Hal ini semakin menimbulkan kekhawatiran bahwa rezim militer Myanmar tengah mengembangkan senjata nuklir.
Pada perdagangan Jumat (10/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.755-3.771 dan resistance 3.795-3.800. Apalagi perdagangan di akhir pekan yang biasanya selalu ada koreksi.
Pemerintah AS, Korsel dan Jepang telah mendesak pemerintah China untuk mengendalikan sekutunya. Namun China menolak desakan tersebut. China bahkan mendesak AS dan sekutunya agar mengadakan dialog langsung dengan Korut.
Perwira tertinggi militer AS, Laksamana Mike Mullen mengingatkan bahwa bahaya dari Korut terus meningkat dan harus dihentikan. Namun reaksi yang dilakukan terhadap Korut harus proporsional dan tidak memperkeruh konflik.
Pemerintah Korut membela serangan mematikannya ke Pulau Yeonpyeong, Korsel bulan lalu. Menurut Korut, serangan itu merupakan balasan atas tindakan Korsel yang menembakkan ribuan peluru ke wilayah perairan Korut.