Selain HIV/AIDS dan flu burung penyakit yang terus menjadi hantu menakutkan bagi masyarakat Indonesia adalah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kita harus lebih waspada bahaya mewabahnya kasus hasil sengatan nyamuk aedes aegypty itu.
Sejauh mana pula implementasi dari kalimat "fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara?" Potret buram dan carut marutnya negeri ini harus dibenahi dan diawali dengan melindungi hak-hak anak.
Lantas seperti apa "rasisme" di negeri ini bisa dirasakan? Emh, teramat sempit bila semuanya dipaparkan dalam ruangan ini, sebab, hampir di semua lini kehidupan "rasisme" bergentayangan.
Dengan puasa kita bisa merasakan perihnya menahan lapar dan dahaga. Dengan berzakat perasaan memahami penderitaan orang lain akan kembali terangkat, lantas kita memberi sesuatu yang sekiranya berarti.
Itulah buah dari masih dianutnya sistem pemerintahan terpusat. Otonomi daerah malah mati suri. Jakarta masih dianggap pusat segala-galanya. Berduyun-duyun warga dari seluruh Indonesia mengadu peruntungan di 'kampungnya si Pitung.'
Lepas dari pintu Tol Cileunyi, pemudik arah Cirebon akan masuk kawasan bottle neck di Jatinangor. Sejumlah mal menjadi titik rawan macet, meski kampus-kampus sudah libur.