Pesawat superjumbo Airbus A380 milik Qantas yang mendarat darurat di Singapura telah mengalami masalah serius di bagian belakang salah satu mesin jetnya. Badan investigasi kecelakaan udara Prancis, BEA bahkan menyebut kejadian itu sebagai insiden serius.
Pesawat superjumbo Airbus A380 milik Qantas harus mendarat darurat karena mengalami masalah pada salah satu mesinnya. Menurut kesaksian seorang penumpang, dirinya mendengar suara ledakan. Namun menurutnya, tak ada kepanikan di antara penumpang selama insiden itu.
Pesawat superjumbo A380 milik Qantas Airways dengan nomor penerbangan QF 32 mengalami gangguan mesin setelah 6 menit mengudara. Gangguan tersebut menyebabkan komponen mesin di sebelah kiri terkoyak dan berjatuhan di Batam.
Pesawat superjumbo Airbus A380 milik Qantas yang mengalami masalah mesin saat melintasi Batam terpaksa mendarat darurat di Bandara Changi, Singapura. Masalah terjadi ketika pesawat bertingkat tersebut baru enam menit lepas landas.
Pesawat Qantas Airbus A-380 mendarat darurat secara dramatis di Bandara Changi, Singapura. Serpihan-serpihan dari bagian pesawat itu terjatuh di kawasan Batam. Dipastikan tidak ada korban luka akibat kecelakaan itu.
Pesawat Qantas yang serpihannya jatuh di Batam, sudah kembali ke Bandara Changi Singapura. Pesawat berjenis Airbus A 380 ini memang sempat membuang bahan bakar di udara.
Kala aktivitas gunung berapi meningkat, tak terkecuali Gunung Merapi, debu vulkanik disemburkan. Debu ini memang berbeda dengan debu pada umumnya yang berterbangan sehari-hari. Sebab bentuknya runcing.
Debu vulkanik akibat letusan gunung berapi, seperti halnya Merapi, tidak saja mengganggu kesehatan manusia, namun juga bisa membahayakan mesin pesawat. Sebab debu tersebut bisa menyebabkan mesin pesawat mati.