Saham-saham energi kembali unjuk gigi yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kembali ke zona positif. Sedangkan rupiah bergerak dalam kisaran yang terbatas. Naiknya lagi harga minyak dunia ke US$ 116 per barel dijadikan momentum pelaku pasar untuk kembali berburu saham-saham komoditas.
Pembelian selektif saham-saham bank dan sebagian saham energi hanya bisa membuat Indeks Harga Saham Gabungan naik tipis. Transaksi saham juga tercatat sangat sepi.
Pasar saham mengalami rebound setelah pada Selasa kemarin (12/8/2008) menghujam di posisi terendahnya di 2008. Rupiah juga relatif stabil dan hanya mengalami koreksi tipis
Pada penutupan perdagangan saham Selasa (12/8/2008) IHSG turun tajam 76,341 poin (3,58%) ke posisi 2.057,579 yang merupakan posisi terendah di 2008. Indeks LQ-45 turun 18,769 poin (4,27%) menjadi 421,165 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 13,752 poin (3,96%) menjadi 333,549.
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Selasa (12/8/2008) IHSG tertebas hingga 35,449 poin atau turun 1,66% ke posisi 2.098,471. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun 10 poin ke level 9.180 per dolar AS.
Olimpiade baru saja bergulir. Namun, efek negatifnya juga merambat ke dunia maya dengan semakin menggilanya serbuan e-mail sampah yang mendompleng pesta olahraga terbesar di dunia ini.
Turunnya harga minyak dunia ke US$ 116 per barel membuat saham-saham tambang terpangkas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun tak berdaya dengan aksi jual saham energi besar-besaran.
Pasar finansial dalam negeri terpangkas signifikan di sesi siang. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergolek lemah diserang aksi jual besar-besaran.
Pasar saham menutup akhir pekan ini di zona negatif. Turunnya saham Telkom di tengah transaksi saham yang tipis membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merah.