Kecelakaan laut terjadi di perairan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kapal Motor (KM) Inditama V bertabrakan dengan KM Trisal Pratama di sebelah barat Kepulauan Selayar. Akibat kejadian itu, 12 orang hilang. Sementara 11 orang lainnya selamat.
Ketika bangsa sendiri melupakan kebudayaan tradisional, perhatian justru datang dari bangsa lain. Seorang pria Jerman, mengabdikan hidupnya untuk melestarikan perahu Sandeq, perahu layar tradisional Suku Mandar.
Perahu tradisional Suku Mandar, perahu Sandeq, sudah tergeser perannya oleh perahu motor dalam upaya nelayan mencari ikan. Padahal perahu ini dibuat oleh orang-orang yang dianggap sakti, bahkan bisa melembekkan kepala orang. Mereka dipanggil dengan nama Panrita Lopi.
Perahu Sandeq adalah perahu layar tradisional nelayan Suku Mandar, yang diakui kehandalannya. Namun kini, perahu motor menjadi andalan para nelayan. Perahu Sandeq pun tersudut dan hanya menyisakan gengsi, nyaris tanpa arti.
Perahu Sandeq adalah perahu layar tradisional Suku Mandar, yang kini tampil bergengsi dalam adu lomba besar-besaran. Perahu Sandeq adalah bukti agar bangsa ini tidak lupa, bahwa sebutan Negeri Bahari bukan omong kosong belaka.
Pesona alam di kepulauan Banda, terutama Banda Naira, membuat masyarakat Banda Naira menginginkan dibangunnya sarana untuk parawisata. Salah satu wacana yang akan muncul adalah dibangunnya hotel berbintang lima di pulau tempat diasingkannya Moh Hatta dan M Sjahrir itu.
20 Kapal siap mengangkut motor pemudik. Dari 20 kapal itu, bisa diangkut 1.406 sepeda motor. Demikian dipaparkan Sesditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bobby R Mamahit.
Motor pada musim mudik tahun 2010 diprediksi naik 14,96 persen dibanding tahun 2009. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusahakan agar motor itu diangkut kereta api, truk hingga kapal.