Rumah Dicky Hertanto sore ini disambangi petugas BKSDA DKI Jakarta. Dicky meminta petugas menjemput burung kakatua jambul kuning yang telah 15 tahun dipeliharanya.
Kampanye #SaveSiJambulKuning dan imbauan Kementerian Kehutanan yang digalakkan terus menuai respon positif dari masyarakat. Warga dengan sukarela menghubungi petugas untuk menjemput hewan yang dilindungi tersebut.
Gerakan #SaveSiJambulKuning dan imbauan Menteri Kehutanan terus mengarah ke jalur positif. Kali ini Ronal yang hendak diserahkan ke pemiliknya sempat ngambek. Namun akhirnya bisa dibujuk.
Sejak beberapa pekan terakhir munculnya gerakan #SaveSiJambulKuning, para anggota tim Satgas Polhut BKSDA DKI bekerja lebih giat dari biasanya. Bagaimana kisah mereka?
Traveler bisa mengenal lebih dekat berbagai jenis kakatua jambul kuning di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Selama berkunjung kesana, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi. Apa saja?
Gerakan #SaveSiJambulKuning ternyata mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang satwa liar yang dilindungi. Tidak hanya burung kakatua, masyarakat juga ada yang menyerahkan satwa lainnya seperti orangutan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta hari ini kembali menjemput burung kakatua jambul kuning dari masyarakat. Sebanyak 6 ekor kakatua telah dijemput BKSDA hari ini sehingga total ada 40 burung yang sudah diterima.
Farida Kusumaning Dewi rela melepas tiga ekor kakatua langka miliknya demi kelestarian. Pengusaha vila di Bali ini mempercayakan perawatan burung ke tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilepasliarkan ke alam.
Tim dari Kemenhut melakukan penjemputan 7 ekor kakatua jambul kuning yang diserahkan pemiliknya. Selain kakatua, ada juga kura-kura moncong babi yang akan dikembalikan warga ke petugas.