Kelompok Houthi marah atas serangan militer AS dan sekutunya, Inggris, terhadap wilayah Yaman yang sebagian besar dikuasai kelompok pemberontak tersebut.
Pasukan tentara berpatroli di jalan-jalan ibu kota Papua Nugini, Port Moresby, setelah keadaan darurat diberlakukan menyusul kerusuhan yang menewaskan 16 orang.
Pemerintah Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat menyusul terjadinya aksi penjarahan dan penyerangan. Diketahui, sedikitnya 16 orang tewas dalam kerusuhan.