Wamenkominfo Nezar Patria mengungkapkan kejadian serangan siber ransomware yang melumpuhkan Pusat Data Nasional Sementara menjadi pembelanjaran penting.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan hasil analisis forensik sementara terkait serangan ransomware kepada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).
Kapuspen TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar mengatakan Tim Siber TNI saat ini masih mendalami dugaan peretasan data milik Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengatakan Komisi I DPR akan memanggil Menkominfo Budi Arie Setiadi dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Kamis (27/6) besok.
Apa itu ransomware? Tumbangnya Pusat Data Nasional yang menumbangkan layanan keimigrasian ternyata diakibatkan oleh ransomware baru yang bernama Brain Cipher.