Ternyata bukan Milan di Italia. Melainkan Mi Lan. Begitulah nama warung yang menyajikan hidangan khas Bangka ini. Mulai dari serabi khas Bangka, pempek, sampai tahu kok. Yang kangen makanan Bangka, mari mampir!
Restoran yang ada di Brunei ini menyajikan menu-menu Indonesia yang serba menggoyang lidah. Apalagi buat yang kangen akan makanan kampung halaman tercinta. Tetapi selain makanan tradisional, resto ini juga menawarkan hidangan unik berupa sate daging wagyu. Wah, pastinya memang bikin penasaran!
Kedai Kak Ani menghadirkan masakan khas Medan. Best seller-nya adalah Lontong Sayur Medan. Lontongnya lembut, diguyur dengan sayur santan berwarna jingga. Sedap untuk berbuka sore nanti.
Ternyata bukan Milan di Italia. Melainkan Mi Lan. Begitulah warung ini bernama. Dan, adanya tahu kok di warung ini pastilah mengindikasikan bahwa masakan yang disajikan adalah khas Bangka.
Sebuah rumah makan relatif baru langsung menuai pujian dan banyak pelanggan setia. Tidak mengherankan. Sajiannya lezat, harganya pantas. Semua tamu dipanggil dengan sebutan abang atau kakak. Ah, serasa di rumah sendiri di kampung sana.
Ikan patin racikan wong kito galo ini dagingnya tebal, lembut dan jauh dari bau amis. Kuahnya kuning kemerahan mengumbar aroma wangi daun kemangi hmm... paduan asam pedes segar. Sedangkan pempeknya lembut dengan rasa ikan plus cocolan cuko huah huah... mantab pedesnya!
Kalau mengaku penggila seafood, sebaiknya sempatkan mampir ke tempat ini. Bukan hanya sajian seafood yang serba segar dan enak menanti. Tetapi juga kebun yang sejuk, semilir angin dan iringan petikan gitar bersama penyanyi benar-benar jadi penyejuk hati!
Batagor yang satu ini memang sudah terkenal enak tak hanya di tempat asalnya Bandung. Siomaynya lembut, tidak terlalu kenyal. Disiram kuah kacang yang cukup kental dengan rasa gurih pedas yang berimbang. Hmm... nyam nyam lidah pun tak henti bergoyang!