Sembilan hari sejak gempa 7,6 SR menggetarkan Manokwari, Papua Barat, gempa bekekuatan lebih rendah masih terjadi di wilayah tersebut. Terakhir, gempa 5,3 SR menggoyang Manokwari.
Rasa khawatir masih mendera warga Kota Mataram. Selain hantaman banjir, angin puting beliung menghantam sedikitnya 25 rumah di Monjok Culik, Kecamatan Selaparang. Sejumlah rumah roboh. Sebagian lagi kehilangan atap, terhempas angin.
Banjir yang belum surut menyebabkan lebih dari seribu orang malam ini harus tidur di tenda-tenda pengungsian dan masjid-masjid di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tenda-tenda besar dan dapur umum didirikan aparat TNI, Polri, dan Dinas Sosial di berbagai titik banjir.
Akibat gempa 7,6 SR yang mengguncang Manokwari, Papua Barat, Minggu (4/1/2009), puluhan tenda pengungsian masih bertebaran di sepanjang jalan utama kota itu.
Tanpa ada angin dan hujan, bangunan rumah milik Sulkan (50), warga Siring Barat RT 3/1, Porong, Sidoarjo ambruk. Ambruknya rumah pukul 08.30 WIB ini diduga akibat penurunan tanah.
Penduduk Manokwari masih belum berani pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka masih mengungsi di daerah-daerah yang tinggi karena takut gempa susulan.
Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa 7,6 SR di Manokwari, Papua Barat, menyebabkan sejumlah bangunan roboh, mulai hotel hingga rumah bupati.