Para penyidik mengatakan pasukan siber Korea Utara mencuri 50 juta dolar AS (setara Rp720 miliar) mata uang kripto antara tahun 2020 sampai pertengahan 2021.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan "tak ada yang bisa menghancurkan" mereka di tengah pernyataan Rusia akan segera menggempur ibu kota Kiev.