Kekurangan gizi yang terjadi selama 1000 hari pertama kehidupan seorang anak dipastikan akan mengakibatkan tak hanya gangguan fisik tetapi hingga risiko penyakit yang dibawa sampai dewasa. Untuk itu pemenuhan gizi di masa tersebut tak boleh diabaikan. Mengapa begitu?
Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh pintar dan sehat. Namun banyak yang tak sadar bila ini sangat bergantung pada pemenuhan gizinya, bahkan sejak dalam kandungan. Ahli gizi pun mengatakan pemenuhan gizi harus dilakukan di 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Menurut hasil Riskesdas 2007, perbedaan prevalensi angka stunting (pendek) dan overweight (kelebihan berat badan) pada anak dari kelompok miskin dan kaya di Indonesia tidaklah begitu besar. Ini artinya risiko kedua kondisi tersebut muncul bukan karena faktor ekonomi.
Mobil Toyota Vios bernomor polisi H 7804 UY terjerembab ke parit yang berada tikungan Jalan S.Parman Semarang. Diduga pengemudi, Miyati (65) mendadak mengalami hipertensi sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraannya.
Memenuhi kebutuhan nutrisi memang penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Tetapi, jika nutrisi yang diberikan berlebihan hingga anak mengalami kelebihan gizi atau overnutriai, risiko anak obesitas pun di depan mata.
Menyusui tak hanya bermanfaat bagi bayi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Tetapi, bagi ibu pun menyusui mengandung segudang manfaat lho. Selain mempercepat penurunan berat badan, menyusui juga memiliki manfaat terkait risiko kanker.
Dokter mengingatkan gangguan seperti henti jantung mendadak (HJM) tak kenal usia dan bisa terjadi pada siapapun. Namun ada sebagian orang yang berpotensi khusus dan lebih rentan mengalami henti jantung ketimbang lainnya. Siapakah mereka?
Selain pola hidup, usia dan jenis kelamin memang memengaruhi risiko stroke yang dialami seseorang. Jika dulu stroke hanya diderita oleh pasien dari kalangan usia lansia, tidak begitu dengan masa sekarang. Begitu juga risiko jika ditilik dari jenis kelamin.