Sepak terjangnya sebagai pengacara boleh saja memegang andil besar di beberapa kasus tokoh terkenal di Indonesia. Namun, pria bernama lengkap Sunarno Edy Wibowo mengaku lebih suka menghabiskan waktu naik gunung (hiking) untuk melepas penat.
Komisi Informasi Pusat memberikan penghargaan kepada MA sebagai salah satu badan publik paling transparan melalui websitenya. Atas hasil tersebut, MA mengaku puas.
Terungkap dalam fakta nomor 2.7. bahwa kasus Rawagede pada 1948 sudah ditangani oleh seorang Letnan Jenderal (atasan dari penanggung jawab pembantaian), tapi tidak sampai ke Mahkamah Militer.
Kementerian Dalam Negeri terus memantau pemberitaan mengenai kasus Rawagede. Namun hingga kini Kemendagri mengaku belum bisa berbuat banyak. Hal ini disebabkan Kemendagri belum mendapatkan salinan putusan pengadilan di Den Haag, Belanda.
Sebanyak 1.800 hakim seluruh Indonesia berkumpul di Hotel Mercure, Ancol untuk membahas agenda hukum terkini. Salah satunya adalah membahas sistem kamar di Mahkamah Agung (MA) untuk memaksimalkan kinerja hakim agung.
Masyarakat, terutama keluarga korban pembantaian Rawagede tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Kalaupun ada, itu hanyalah perhatian simbolik dari sejumlah individu pejabat TNI.
Pengadilan mengabulkan sebagian dari tuntutan- tuntutan ahli waris korban pembantaian Rawagede. Ganti rugi bukan untuk para korban, melainkan untuk janda mereka yang masih hidup.