Sebelum ditetapkan sebagai capres dari PDIP, elektabilitas Joko Widodo di berbagai survei sudah sangat tinggi. Lalu setelah resmi di deklarasikan, bagaimana nasib pesaing terdekatnya yaitu Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie?
Setelah Gubernur DKI Jokowi ditetapkan jadi capres PDIP, Partai Gerindra dan sang capres Prabowo Subianto langsung melempar kritik tajam. Prabowo dinilai panik menghadapi pencapresan Jokowi.
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yakin bisa mengalahkan capres besutan PDIP, Jokowi dalam Pilpres mendatang. Ical tidak peduli dengan hasil survei yang menempatkannya pada posisi di bawah Jokowi.
Pendiri Lembaga Survei Pusat Data Bersatu (PDB) Didik J Rachbini punya analisis tersendiri tentang partai politik yang cocok berkoalisi dengan PDIP. Ia menyarankan agar partai berlogo banteng moncong putih itu agar mendekat ke Partai Golkar dan partai-partai Islam.
Lembaga survei Indikator Politik pimpinan Burhanuddin Muhtadi menggelar survei seputar tingkat elektabilitas capres pada Februari 2014. Hasilnya Gubernur DKI Jokowi masih jadi capres paling potensial saat ini.
Elektabilitas capres PDIP, Jokowi, di berbagai survei paling tinggi di antara capres lainnya. Namun Partai Demokrat (PD) yang punya konvensi tak patah arang, Jokowi disebut baru jadi presiden di atas kertas.
Sejumlah nama kandidat cawapres muncul setelah Gubernur DKI Jakarta Jokowi ditetapkan sebagai capres dari PDIP. Pengamat Politik Charta Politica Yunarto Wijaya menyebut figur tegas cocok mendampingi Jokowi.