Punya kendaraan berarti mau tidak mau kita harus berkomitmen untuk menjaganya agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Supaya kendaraan awet, ada berbagai cara untuk menjaganya. Mulai dari berhati-hati saat berkendara, pengecekan rutin ke bengkel hingga pemilihan bahan bakar.
Pemerintah berencana menerapkan subsidi BBM tetap per liter mulai tahun depan. BI menilai jika kebijakan ini bisa dieksekusi tepat waktu, maka akan terjadi deflasi pada awal 2015.
Tim Reformasi Tata Kelola Migas merekomendasikan agar impor BBM jenis RON 88 dihentikan. Pasalnya, saat ini sudah tidak ada perusahaan yang memproduksi RON 88.
Premium adalah BBM bersubsidi, yang dijual lebih murah dari harga pasar. Namun untuk memproduksi Premium dibutuhkan proses yang tidak mudah dan biaya tidak murah.
Pemerintah saat ini sedang mengkaji aturan kebijakan subsidi BBM tetap per liter. Nantinya, harga BBM subsidi akan seperti Pertamax yang bisa naik atau turun.
Pemerintah telah memastikan penerapan skema subsidi tetap untuk BBM pada 2015. Meskipun besarannya masih dikaji dan menunggu keputusan Presiden Joko Widodo.
"Kita punya 6 kilang, cuma hanya Balongan yang bisa produksi pertamax. Sisanya hanya bisa produksi premium, makanya spesifikasi dipertahankan RON 88," kata Kepala BPH Migas.