detikNews
"Maskapai Penerbangan Jangan Obral Janji Layani Haji"
Untuk penerbangan haji seharusnya tidak hanya dimonopoli Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines. Anggota Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini tak menginginkan penggunaan maskapai penerbangan haji lebih dari dua maskapai hanya sekadar wacana. Dia meminta, untuk penerbangan haji ini dibuka ruang tidak hanya dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines, dibuka kesempatan penerbangan lain supaya lebih kompetitif. Supaya dua penerbangan ini bisa berfikir ulang soal harga dan ; pelayanan yang terbaik."Nah itu harus lebih, penerbangan-penerbangan jangan asal ngomong yang lain itu. Kalau memang siap harus siap dari awal, jangan hanya ngegodain doang. Harus ada kepastian mampu atau tidak menangani ini. Kalau nggak mampu jangan suka ngecap," katanya kepada Jurnalparlemen.com, Selasa (12/7).Mengenai belum pastinya maskapai Batavia akan melayani penerbangan haji tahun 2011, Politisi PKS ini tidak mau mengomentarinya lebih jauh, sebab menurutnya yang terpenting diberikan kesempatan dan dibuka ruang untuk berkompetisi bagi maskapai penerbangan dengan Standard Performance Evaluation Corporation (SPEC) yang sama."Ya kita coba pastikan, beberapa penerbangan itu anda mampu, bisa bersaing, spek-nya sama, ya sama. Kita coba kasih ruang saja, jangan dikunci dulu. Kalau membuka ruangnya sambil diancam ya orang takut dong. Umpamanya boleh daftar, tapi jangan macam-macam. Kalau macam-macamnya untuk peningkatan pelayanan nggak apa-apa," pungkasnya.
Rabu, 13 Jul 2011 09:52 WIB







































