Nilai tukar rupiah hanya bergerak tipis menjelang Rapat Dewan Gubernur BI pada 6 Desember mendatang. Investor memilih melakukan konsolidasi menjelang rapat yang akan menentukan BI Rate tersebut. Pada perdagangan Selasa (4/12/2007), rupiah dibuka bergerak tipis pada level 9.320 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.325 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (3/12/2007) ditutup menguat tajam. Pelaku pasar langsung membeli dolar AS menyusul data makro ekonomi yang berangsur-angsur membaik. Pada Senin (3/12/2007) perdagangan ditutup menguat 41 poin di level Rp 9.329 per dolar AS menguat dibandingkan penutupan Jumat (1/12/2007) lalu.
Mata uang rupiah mulai bisa melawan dolar AS setelah memiliki banyak amunisi. Penurunan harga minyak mentah ke US$ 88 per barel dan rendahnya inflasi menjadi 'senjatanya'.
Nilai tukar rupiah bergerak stabil setelah harga minyak mentah dunia turun hingga level US$ 88 per barel. Turunnya harga minyak diharap bisa mengurangi permintaan dolar AS dari korporasi yang selama ini ikut menekan rupiah. Pada perdagangan Senin (3/12/2007), rupiah dibuka stabil pada level 9.360/9.370 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.363 per dolar AS.
Rupiah menutup akhir pekan ini dengan penguatan yang lumayan. Harga minyak yang mulai mereda di level US$ 91 per barel, membuat rupiah bisa sedikit bernafas.
Rupiah masih tiarap pada penutupan akhir pekan ini. Penutupan sore, Rupiah tertahan di kisaran 9.300 di posisi Rp 9,372 per dolar AS. Membaiknya bursa dunia, belum bisa mengatrol Rupiah ke kisaran 9.000
Rupiah sedikit tenang di akhir pekan, setelah aksi jual saham dan obligasi mereda. Pembukaan pagi Rupiah sedikit menguat di Rp 9,378, setelah ditutup Rp 9,380 per dolar AS
Kabar Bank Sentral AS yang akan kembali rate The Fed mengangkat major currency hingga ditutup rebound. Rupiah pada perdagangan Kamis (29/11/2007) ditutup menguat sebanyak 35 poin di level Rp 9.380 per dolar AS daripada pembukaan pagi tadi (29/11/2007).