KPK mengatakan bukti yang dihilangkan itu berupa dokumen. KPK belum memerinci isi dokumen tersebut, namun berkaitan erat dengan kasus yang sedang diusut.
Pimpinan travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur, diperiksa KPK terkait dugaan korupsi kuota haji 2024. Ia menyatakan siap memberikan informasi yang diperlukan.
KPK menyita USD 1,6 juta dan aset lainnya dalam penyidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024. Tiga orang dicegah ke luar negeri terkait kasus ini.