Sitok Srengenge dituding memperdaya korbannya melalui kekaguman mereka pada karya si penyair. Ia memanfaatkan nama besarnya untuk memperdaya. Dari puisi lantas berujung di ranjang.
Depresi dan trauma, korban kekerasan seksual penyair Sitok Srengenge baru melapor setelah hamil tujuh bulan. Sitok berkeras tak memperkosa, cuma khilaf.