Menjaga perbatasan memang mutlak adanya. Bagaimana menjaganya bisa beragam caranya. Salah satunya dengan memberikan dana di setiap daerah perbatasan untuk pembangunan ekonomi dan infrastruktur.
Setelah meresmikan Bandara Internasional Lombok, Presiden SBY mengadakan pertemuan dengan PM Malaysia, Dato’ Sri Mohammad Najib Tun Abdul Razak. Ini merupakan pertemuan rutin tahun antara dua kepala pemerintahan.
Perjalanan kami menuju Moni dilanjutkan kembali. Setelah kurang lebih sejam melintasi jalur Trans Flores, kami mengambil jalan yang lebih kecil menuju sebuah desa yang terkenal dengan perkebunan jambu mete organiknya. Perjalanan ke desa ini juga melalui jalan dengan kondisi yang sedikit rusak.
Sebagian wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu dikabarkan dicaplok Malaysia. Menanggapi hal itu, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri berkata tegas, ujung titik terluar negara harus dipertahankan.
Menlu Marty Natalegawa menegaskan Indonesia tidak kenal kompromi mengenai perbatasan wilayah antarnegara. Hal itu pun sudah dilakukan kepada pemerintah Malaysia terkait patok batas di Tanjung Datu dan Camar Bulan.
Sebelum menjadi kontroversi yang berkepanjangan, kabar bahwa Malaysia mencaplok wilayah Indonesia di Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, harus dipastikan kebenarannya. Pada prinsipnya setiap jengkal wilayah kadaulatan RI wajib dipertahankan.
Sejauh ini tidak ada pergeseran perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Camar Bulan, Kalimantan Barat. Pergeseran letak patok tanda perbatasan lebih diakibatkan oleh abrasi air laut yang memang kerap terjadi di daerah pantai.
Keamanan bukan satu-satunya hal yang dilakukan di wilayah perbatasan. Agar tak muncul persoalan, sudah saatnya pemerintah memikirnya cara menyejahterakan rakyatnya yang tinggal di wilayah perbatasan.
Pemerintah membantah keras pernyataan anggota TB Hasanuddin soal pencaplokan wilayah RI di Camar Bulan, Kalimantan Barat oleh Malaysia. Namun Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso setuju dengan apa yang disampaikan anggota Komisi I DPR itu.