Brakk!! Suara jembatan apron KMP Temi menyentuh dermaga feri pelabuhan Namlea, ibukota Kabupaten Buru, Maluku. Pulau Buru terlihat indah, tak lagi menyeramkan.
Agenda tahunan Festival Jajanan Bango kini kembali digelar di 5 kota baru di Indonesia. Mengusung tema 'Legenda Kuliner Nusantara', Bango kembali menghadirkan dan menanamkan kecintaan akan masakan tradisional kepada masyarakat luas. Seperti apa serunya FJB tahun ini?
Rumah makan di pinggiran Banda Aceh ini membanggakan tradisi kuliner Aceh Rayeuk (Aceh Raya). Salah satu ikon kuliner kebanggaan mereka adalah eungkot keu-eung. Kira-kira seperti apa ya sajian ini?
Kembung betelok - hidangan tradisional ini benar-benar sudah sangat langka dan hampir punah di Pulau Bangka. Padahal, di masa lalu, ini adalah sajian kebanggaan yang wajib hadir pada perhelatan besar. Seperti apa sajian ini?
Senggo, sebuah desa di pinggiran sungai Daerum. Disitulah saya, Harley dan Bang Leo kami menginap sebelum berpetualang ke pedalaman Suku Korowai di Basman. Sebuah desa di Distrik Citak Mitak Kab. Mappi yang jaraknya kurang lebih enam jam dengan speed boat dari Agats. Melewati Teluk Flamingo di Laut Aru dan sungai-sungai besar di Papua menjadikan perjalanan ini sebuah petualangan yang seru.
Senggo, sebuah desa di pinggiran sungai Daerum. Disitulah saya, Harley dan Bang Leo kami menginap sebelum berpetualang ke pedalaman Suku Korowai di Basman. Sebuah desa di Distrik Citak Mitak Kab. Mappi yang jaraknya kurang lebih enam jam dengan speed boat dari Agats. Melewati Teluk Flamingo di Laut Aru dan sungai-sungai besar di Papua menjadikan perjalanan ini sebuah petualangan yang seru.
Secangkir kopi tubruk Bukit Api yang wangi mengepul menjadi pembuka pagi sejuk. Udara dingin Bukittinggi pun bisa diredam dengan racikan katupek pical ini. Berisi sayuran dan mi yang disiram kuah gulai dan saus kacang. Rasanya perpaduan renyah, gurih, dan sedikit pedas. Porsinya pas buat pengisi perut di pagi hari. Nyam..nyam onde mande lamaknyo!
Kegiatan belajar membatik menurut Presiden Women International Club Madam Loukia Nikola membuat anggotanya lebih mengenal kekayaan kebudayaan Indonesia.