Media Iran menuding AS dan Arab Saudi merancang rencana baru untuk menghancurkan Suriah. Rencana ini dirancang karena penggulingan Presiden Bashar al-Assad, gagal dilakukan.
Sebuah kelompok militan di Suriah bernama al-Nusra mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan bom di Damaskus pada Kamis (10/5). Pengakuan ini dirilis lewat video yang diunggah ke internet.
Suriah diserang ledakan dua bom sekaligus di saat yang hampir bersamaan pada Kamis, (10/5) di selatan Damaskus yang menewaskan 55 orang. Negara ini pun menuduh Amerika Serikat dan negara-negara barat ada di balik serangan ini.
Sebuah video yang diterbitkan di internet atas nama kelompok al-Nusra mengaku melakukan dua serangan bom di ibukota Suriah, Damaskus, yang menewaskan 55 orang.
Amerika Serikat dan Israel dituding ingin menggulingkan rezim Suriah. Sebabnya, Suriah merupakan pendukung utama kelompok perlawanan di Libanon dan Palestina.