Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada Senin (25/2) sore sempat naik tajam mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS. Hal tersebut dikarenakan pelaku pasar aktif melakukan pembelian rupiah menjelang pertemuan bank sentral AS (The Federal Reserve) mengenai rencana penurunan suku bunga Fedfund.
Nilai tukar rupiah bergerak stabil di tengah minimnay sentimen di pasar. Namun tekanan datang dari korporasi yang membutuhkan valas untuk kebutuhan akhir pekan.
Nilai tukar rupiah justru bergerak melemah. Rupiah Jumat (22/2/2008) sore ini ada di posisi RP 9.177,5 per dolar AS, melemah dibanding sesi pembukaan yang ada di level 9.170/9.175 per dolar AS.
Dolar AS kembali merosot terhadap mayoritas mata uang dunia menyusul kembali melemahnya data perekonomian AS. Data itu semakin mengerucutkan ekspektasi terjadinya resesi di AS.
Pada penutupan perdagangan Kamis (21/2/2008), rupiah pada level 9.165,5 per dolar AS, menguat tipis dari pembukaan pagi tadi yang ada dilevel 9.170-9.180 per dolar AS. Nilai tukar rupiah bergerak stabil ditengah lonjakan harga minyak mentah dunia.