Penguatan rupiah terhadap dolar AS ternyata tidak dinikmati oleh pelaku industri farmasi di Indonesia. Malah menjadi ancaman baru obat-obatan lokal adalah produk asal China dan India.
Sebelum ada niat ke kampung ini pun, saya sudah tahu kalau mandi tidak boleh menggunakan sabun, pasta gigi, dan lainnya. Tapi, yang saya tidak tahu adalah perihal tata cara berkegiatan antara laki-laki dan perempuan di sungai.
Sudah banyak cerita atau rumor yang beredar soal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kampung-kampung Baduy Dalam. Nah, berkat perjalanan ke/di Cibeo, saya dengan senang hati merasakan segala pengalaman yang boleh dan tahu apa yang tidak itu. Bahkan, segala aturan adat yang belum pernah saya baca sebelumnya, akhirnya saya ketahui. Berikut pengalaman dan cerita yang paling membuat saya terwah-wah.
Perjalanan menuju, di, dan keluar dari destinasi ini sungguh-sungguh menguji ketahanan diri. Jika tidak tahan, Anda bisa-bisa depresi, dan akhirnya sakit. Tapi jika berhasil menemukan celah keindahan yang memang terhampar di setiap sudut Baduy, Anda pasti ingin selalu kembali.
Kurangi nasi putih dan mengganti dengan ubi, singkong, jagung atau pisang lebih banyak manfaat kesehatannya, karena merupakan karbohidrat kompleks dengan kadar gula rendah dan serat tinggi.
Ide pencanangan 'One Day No Rice' mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Apakah benar gerakan ini bisa membuat konsumsi beras berkurang? Berikut ini pendapat ahli gizi kuliner yang tentang substitusi pangan lokal.
Pemerintah akan mencanangkan kampanye 'One Day No Rice' atau sehari tanpa nasi. Kampanye itu diniatkan pemerintah sebagai upaya menyehatkan masyarakat, dengan sasaran utama kelas menengah ke bawah.
“Dari 25kg Singkong mentah, setelah dikupas dan ditambah 20kg gula merah itu bisa jadi 3 tampah” ujar Bu Emi, salah seorang pembuat Getuk Goreng Skala Rumah Tangga. Satu tampah Getuk yang belum di goreng, beratnya mencapai 10kg. Proses pembuatan Getuk Goreng ini
Tingkat konsumsi sagu di perkotaan sangat sedikit dibandingkan pedesaan. Orang kota rata-rata memakan sagu hanya 0,08 kg per kapita pertahun sementara orang desa 0,71 kg per kapita per tahun.