Para pemimpin dunia menyambut meredanya konflik dan berkurangnya tekanan krisis energi global. Namun, banyak pihak meragukan ini bisa benar-benar tercapai.
AS tegaskan blokade Iran bisa berlangsung tanpa batas waktu, sementara Wakil Presiden Vance mengungkap prioritas utama Washington kini bukan lagi nuklir Iran.
Korut mengecam rencana latihan militer gabungan AS dan Korsel sebagai "latihan untuk perang agresif", dan memperingatkan akan memberikan respons tegas.
AS melancarkan serangan baru ke Iran selama lima malam berturut-turut, meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz. Iran menuduh AS melakukan kejahatan perang.