Air yang memancar deras dari makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsy di Cikini, Jakarta Pusat, merupakan air tanah. Semburan itu dianggap fenomena alam biasa saja karena kawasan Cikini-Kwitang dikenal memiliki sungai dalam tanah.
Masyarakat masih saja berduyun-duyun ke kawasan makam Al Habib Abdurahman bin Abdullah Al-Hasyib untuk melihat dari dekat air yang mengalir dari makam yang dikeramatkan itu.
Makam keramat Habib Abdurrahman Al Habsyi atau biasa dikenal makam Mbah Kwitang makin dipadati peziarah. Mereka berdoa di dekat makam atau mengambil air yang memancar didekat makam yang hendak dipindah tersebut. Sebagian lagi bersalawat menyanjung nabi besar Muhammad.
Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan keluarnya air dari makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi di areal makam di Jl Inspeksi Kali Ciliwung, Cikini, Jakarta.
Apa yang dilakukan warga dengan air yang keluar dari makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi di areal makam di Jl Inspeksi Kali Ciliwung? Cukup beragam. Sebagian warga meminumnya, ada juga yang memakai air itu untuk mandi.
Nama 'air berkah' sebutan para warga Kwitang untuk mata air yang muncul dari makam Habib Abdurahman Bin Abdullah Al Habsy. Walau mereka sekedar berharap air itu membawa berkah bagi penggunanya.
Air mengocor dari makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi di areal makam di Jl Inspeksi Kali Ciliwung. Warga berbondong-bondong datang dan mengambil air tersebut.
Sejumlah tulisan berisi protes pemindahan makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi terdapat di areal makam di Jl Inspeksi Kali Ciliwung. Namun ahli waris mengklaim, pemindahan makam habib yang dikenal dengan Mbah Ali Kwitang itu tidak ada masalah.
Terjadi kehebohan di kawasan Cikini, tepatnya di Jl Inspeksi Kali Ciliwung Jakarta Pusat. Air bersih menyembur dari makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi atau yang terkenal disebut 'Mbah Ali Kwitang'.