Indonesia terkenal sebagai Negara agraris, yaitu kondisi alamnya adalah mayoritas dapat dicocok Tanami untuk pertanian. Namun mayoritas 90% masyarakat petani selalu menjadi bulan-bulanan kaum pemegang modal alias kapitalis.
Tempe dan tahu banyak menjadi makanan favorit orang Indonesia. Selain harganya yang murah, kandungan gizi makanan yang berbahan dasar kedelai ini juga tinggi. Tanpa kedelai, apa jadinya dengan nutrisi orang Indonesia?
Harga makanan yang tinggi dan meningkatnya populasi berarti kita harus memikirkan apa yang kita makan, kata ahli makanan masa depan. Jadi apa yang akan kita makan 20 tahun lagi?
Kelangkaan kedelai yang berdampak pada kelangkaan tahu tempe di pasaran disebabkan kekurangmampuan pemerintah dalam pengelolaan persediaan kedelai. Karena itu sampai terjadi aksi mogok produksi perajin tahu-tempe.
Tempe memang lebih murah harganya dari daging sapi. Sumber protein andalan sebagian besar masyarakat ini tak bisa dianggap sepele. Kandungan protein dan zat nutrisi lain pada tempe bisa memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi harian.
Pemerintah didesak cari dana untuk memberikan subsidi bagi perajin tahu dan tempe agar tetap bisa mempertahankan produksi untuk memenuhi kebutuhan gizi rakyat.
Indonesia belum menetapkan pertanian sebagai industri strategis. Indonesia sebenarnya adalah negara agraris, tetapi masalah pasokan dan harga beras seakan membuat tanda tanya.
Partai Demokrat menilai Fauzi Bowo telah berbuat banyak untuk Jakarta. PD merasa Foke pantas meneruskan jabatan sebagai gubernur DKI lima tahun ke depan.