Gangguan sinyal menyebabkan perjalanan kereta api listrik (KRL) dari Bogor ke Jakarta dan sebaliknya mengalami gangguan. Akibatnya banyak perjalanan kereta api terlambat dan terjadi penumpukan penumpang.
Mbah Surip meninggalkan 4 anak dan seorang isteri yang dicerai sekitar tahun 1982 lalu di Mojokerto. Huruf depan nama empat anaknya itu disingkat menjadi TVRI.
Mbah Surip meninggalkan 4 anak dan seorang isteri yang dicerai sekitar tahun 1982 lalu di Mojokerto. Huruf depan nama empat anaknya itu disingkat menjadi TVRI.
Dua gangguan listrik menghambat perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Bogor-Jakarta. Gangguan tersebut terjadi di antara Stasiun Depok-Citayam dan Stasiun Pasar Minggu-Kampus UI Depok.
Ratusan bangunan liar di Jl Raya Citayam, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Pancoran Mas Depok, Jawa Barat, dibongkar oleh 10 petugas Pemkot Depok, karena berdiri di atas tanah negara dan tidak mendapat izin.
Dua orang manula menjadi korban kecelakaan kereta api listrik (KRL) menabrak KRL sebelum memasuki Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Mereka terinjak-injak penumpang yang panik meninggalkan kereta.
Jalan Raya Citayam arah Kota Kembang sampai dengan Stasiun Citayam semakin macet. Hal ini disebabkan volume kendaraan yang semakin banyak, sudah tidak sebanding dengan lebar jalan yang ada (Leo).
Saya dan sebagian besar penumpang KA Pakuan waktu itu sebagai pengguna yang membayar tiket 11.000 sama sekali tidak mendapatkan kenyamanan. Bahkan tidak ubahnya kambing saking sesaknya.
Angkot diperlintasan Stasiun KA Citayam, Depok, sampai Pasar Citayam ngetem seenaknya, sehingga arus lalu lintas semrawut dan macet. Hal ini membahayakan kendaraan yang akan melewati perlintasan KA. (Toto)