Polisi mengamankan delapan orang terkait aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR. Salah satu orang yang dibawa polisi adalah seorang pedagang.
Rakyat melawan. Itu dilakukan dengan demo menolak kenaikan BBM. Jika tidak arif menyikapi, jangan tercengang kalau yang tak terduga bakal menorehkan tinta hitam dalam sejarah negeri ini.
Rieke Diah Pitaloka memprediksi 30 ribu buruh akan turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM besok hari. Rieke tidak bertanggung jawab jika buruh tersebut memblokir kawasan industri dan bandara.
Ada saja hal unik yang dilakukan pengunjuk rasa ketika melakukan demonstrasi. Seperti sejumlah buruh yang aksi menolak kenaikan BBM di depan gedung DPR yang mencuri-curi kesempatan berfoto bareng polwan.
Sweeping yang dilakukan para buruh membuat beberapa aktivitas beberapa pabrik di Jalan Tanjungsari terganggu. Para pekerjayang sebelumnya bekerja terpaksa berhenti bekerja setelah disweeping para buruh.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melarang kadernya turun ke jalan untuk demo menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Organisasi sayap PDIP, Baitul Muslimin Indonesia, meminta maaf di depan Mega karena mengikuti aksi demonstrasi.
Ratusan buruh yang akan berunjuk rasa melakukan sweeping buruh pabrik lain di kawasan Tanjung Sari. Sempat terjadi ketegangan antara massa dengan polisi maupun buruh.
Ketua Angkatan Muda Indonesia Bersatu (AMIB) Kota Bandung, Andi Purnama, membantah aksi yang dilakukannya di halaman Gedung Sate diikuti massa bayaran. Pihaknya mengaku tidak pernah memberikan uang sepeser pun pada para pedemo.
Mendagri Gamawan Fauzi mengancam memberi sanksi kepada setiap kepala daerah yang demo menolak kenaikan harga BBM. Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, menilai tidak sepatutnya Mendagri mengeluarkan ancaman demikian.