Garda Revolusi Iran menyerang fasilitas militer AS di Teluk, memicu kecaman dari Oman, Kuwait, dan Qatar. Serangan ini dianggap eskalasi berbahaya di kawasan.
Amerika Serikat meluncurkan serangan terhadap 140 target militer Iran sebagai balasan atas serangan di Selat Hormuz, menargetkan rudal, drone, dan amunisi.
Iran mencurigai operasi militer AS menyelamatkan pilot jet tempur F-15E yang jatuh di negara itu, bisa menjadi kedok untuk "mencuri uranium yang diperkaya".
Iran mengutuk serangan terbaru AS yang dianggap merusak upaya diplomatik. Kementerian Luar Negeri Iran menyebutnya ancaman serius bagi perdamaian internasional.
Militer Iran melontarkan peringatan keras untuk AS-Israel untuk setiap agresi terbaru yang menargetkan Teheran, saat gencatan senjata berakhir pekan ini.
Militer AS tetap siaga meski Trump perpanjang gencatan senjata dengan Iran. CENTCOM siap hadapi segala kemungkinan dan blokade pelabuhan Iran dilanjutkan.