Proyek tanggul raksasa tersebut sudah direncanakan sejak 23 tahun yang lalu, yakni tahun 1994 era Presiden Soeharto dengan Gubernur DKI Soerjadi Soedirdja.
Pintu air Katulampa berstatus Siaga IV yang berbuntut terjadi banjir di Pejaten Timur. Ahok mengatakan Katulampa seharusnya tak jadi ancaman bagi Jakarta.