Polisi masih belum menemukan titik terang siapa pemilik bahan peledak yang ditemukan di bak sampah sebuah rumah di Jalan Natuna No 87, Selasa (28/8/2012). Hingga kini baru lima orang saksi yang dimintai keterangan.
Bripka Dwi Data Subekti tewas setelah empat peluru dimuntahkan dari pistol pelaku teror ketika dirinya berada di Pos Polisi Plasa Singosaren, Solo. Hingga saat ini polisi masih memeriksa 13 saksi terkait peristiwa itu.
Keberadaan Banjir Kanal Timur (BKT) nyatanya tidak hanya berfungsi sebagai penangkal banjir saja. Di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, BKT justru menjelma tempat rekreasi baru yang ramai dikunjungi pelancong. Wah!
Siapa pemilik amunisi di antaranya peluru tajam, granat, dan bahan peledak, yang ditemukan di bak sampah, Jalan Natuna, Kota Bandung, masih menjadi misteri. Pihak Kodam III/Siliwangi menegaskan belum pasti amunisi berbahaya itu milik anggotanya.
Seperti biasa, saya selalu merayakan lebaran bersama keluarga di Bandung. Di hari terakhir puasa, makanan favorit khas lebaran telah siap tersaji. Menunya apalagi kalo bukan gudeg, opor ayam, brongkos, sambal goreng hati dan ase cabe hijau.
Granat, bahan peledak dan peluru ditemukan di Jalan Natuna, Selasa dini hari. Dalam bungkusan kantong plastik itu terdapat perlengkapan yang diduga untuk membuat bom rakitan. Jika bom rakitan tersusun, daya ledaknya diperkirakan besar.
Polisi periksa 5 saksi terkait penemuan sejumlah granat, bahan peledak dan peluru yang ditemukan di Jalan Natuna. Mereka yang diperiksa untuk dimintai keterangan pemulung dan pemilik rumah, tempat ditemukannya bahan peledak di bak sampah.
Sejumlah granat, detonator, bahan peledak dan peluru tajam ditemukan di bak sampah rumah di Jalan Natuna No 87. Sebelum dilaporkan ke polisi, barang berbahaya itu sempat dibawa ke trotoar Jalan Sunda.