Untuk kedua kalinya, perusahaan yang berpusat di Jepang ini meminta maaf kepada para pengguna. Kali ini, sebagai kompensasi Sony menawarkan asuransi perlindungan bagi akun yang dibobol, sebesar USD 1 juta per pengguna.
Seorang pakar keamanan memaparkan sistem keamanan Playstation Network (PSN) tidak layak pakai. Lebih parahnya Sony tidak menggunakan firewall di server layanan itu.
Sony akhirnya menemukan sedikit bukti terkait penyerangan PlayStation Netwok (PSN), salah satunya adalah sebuah file yang merujuk pada grup hacker Anonymous.
Pengguna yang merasa dirugikan oleh jebolnya layanan PSN menuntut Sony. Tidak tangung-tangung, mereka menggugat raksasa elektronik itu sebesar USD 1 Miliar, atau setara Rp 8,5 Triliun.
Melalui firmware terbaru Sony telah 'membunuh' Linux yang sebelumnya ada di PlayStation 3. Tapi kini sekelompok hacker berhasil mengembalikan sistem operasi tersebut.
Sony Corp menyebutkan telah terjadi serangan yang kedua kalinya pada akses PlayStation Network (PSN). Hacker diketahui mencuri informasi personal dari 25 juta user yang tergabung dalam jejaring game tersebut.