Seorang gadis remaja 15 tahun mengalami depresi hingga kejang-kejang. Dokter menemukan bahwa hal tersebut ternyata dipicu radang otak parah. Begini kisahnya.
Sri Melati mengalami kebutaan saat bertugas sebagai dokter. Berdamai dengan diri, ia lanjut studi di University College London (UCL) dengan beasiswa LPDP.
Beberapa orang mengeluh sulit mengingat dan berkonsentrasi semenjak terkena COVID-19. Memangnya, apa hubungannya infeksi virus Corona dengan kerja otak?
Sebuah studi menemukan bahwa infeksi COVID-19 dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan otak. Salah satunya dapat mengecilkan otak. Begini kata ahli.
Beberapa orang mengeluh pikun dan susah berkonsentrasi setelah terkena COVID-19. Benarkah ada perubahan di otak setelah terkena Corona? Begini temuan riset.