Penyakit infeksi yang belum pernah ada dan muncul karena perubahan mikroba disebut juga dengan emerging infectious disease. Ketika kasusnya sudah menurun dan bahkan hilang, bukan tidak mungkin penyakit tersebut muncul kembali.
Ketiga pria ini sempat merasakan pedihnya kehilangan tangan karena kecelakaan hebat yang mereka alami. Beruntung mereka dipilih oleh tim peneliti dari Austria untuk mencoba teknik rekonstruksi baru sehingga tangan mereka dapat dikendalikan oleh pikiran. Wow.
Cacat permanen yang dimiliki oleh para eks pasien kusta membuat mereka sulit diterima di masyarakat. Meskipun sudah sembuh dari penyakit, banyak yang masih memiliki stigma karena perawakan eks pasien kusta yang menyeramkan.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RS Kusta Sitanala memiliki banyak pengalaman menangani pasien kusta. Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) berharap RS ini juga menjadi tempat penelitian.
Penyakit kusta memang tak hanya memberikan efek buruk bagi kesehatan, namun juga sosial-ekonomi pengidapnya. Tak sedikit pasien kusta yang mengalami kecacatan dan akhirnya menjadi tidak produktif.
Padatnya penduduk di kota Tangerang membuat kebutuhan akan pelayanan kesehatan meningkat, termasuk ketersediaan rumah sakit. Rumah Sakit Kusta Sitanala yang dulu hanya melayani pasien kusta pun kini sudah membuka pelayanan terpadu.
Dr Renny Yuniati, SpKK yang menemukan cara baru mengobati kusta pada tahap awal agar penderita tidak cacat yang diawali perdangan kulit. Hal tersebut ditemukan usai melakukan penelitian untuk gelar Doktor kusta di Unair.
Kemenkes memiliki target jangka panjang untuk mengeliminasi penyakit kusta dari Indonesia. Pada tahun 2019 ditargetkan kusta telah tereliminasi dari Indonesia dan dalam hal ini dimulai dari target eliminasi di Provinsi Banten pada tahun 2015.
Sejak tahun 2005 mantan pasien kusta, Ali Saga (45), berusaha membantu sesama dengan membuatkan tangan dan kaki palsu bagi mereka yang mengalami amputasi. Kini usaha Ali tersebut terancam setop berproduksi akibat kekurangan modal.