Di Inggris, pasien yang berobat di klinik atau praktik dokter diimbau membawa majalah sendiri. Dokter tidak lagi menyediakannya di ruang tunggu, karena diyakini majalah-majalah itu menjadi sarang kuman dan media penularan penyakit.
Jamaah kloter 48 embarkasi Solo (S0C) menjalani pemeriksaan suhu badan sebelum meninggalkan Madinah untuk menuju tanah air. Pemeriksaan ini sebagai langkah mewaspadai penularan flu babi (H1N1) yang sebelumnya mengakibatkan seorang jamaah S0C 48 meninggal.
PPIH melakukan sejumlah upaya pencegahan menyusul meninggalnya dua jamaah Indonesia akibat terjangkit flu babi. Salah satunya adalah memeriksa suhu badan jamaah saat akan meninggalkan Makkah dan saat akan pulang ke tanah air.
Satu lagi jamaah haji asal Indonesia, SH0, dari kloter 48 Solo (S0C), yang positif terjangkit flu babi (H1N1) meninggal. SHO merupakan jamaah Indonesia kedua yang meninggal karena terjangkit H1N1 di tanah suci.
Isu virus H1N1 (flu babi) tidak sesanter musim haji tahun 2009 lalu. Meski begitu, jamaah haji Indonesia tetap harus waspada, karena sudah tiga jamaah haji yang terkena virus tersebut.
Hingga Kamis (2/12/2010), jumlah jamaah yang wafat di tanah suci mencapai 344 orang. Jamaah yang meninggal akibat virus H1N1 (flu babi) tercatat satu orang.
Berbagai penularan penyakit termasuk flu babi (H1N1) bisa dicegah dengan pola hidup bersih. Wudhu atau bersuci dengan disiplin merupakah salah satu cara pola hidup bersih tersebut.
Seorang jamaah haji asal Indonesia berinisial SH0 dari kloter 48 Solo (S0C) dinyatakan positif terkena flu babi (H1N1). Jamaah tersebut kini dirawat secara intensif di ruang ICU RS King Fahad Madinah.
Meski kondisinya berangsur pulih, bocah 7 tahun asal Kabupaten Bandung yang dinyatakan positif terjangkit influenza A H1N1, tidak dipindah ke ruangan umum. Hingga saat ini masih dirawat di Ruang Isolasi Flamboyan RSHS.