Harga kelapa sawit terus turun seiring krisis finansial yang menekan permintaan. Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar dunia perlu melakukan berbagai terobosan. Apa saja?
Pasar saham dalam negeri masih menanti sinyal pemulihan. Tingginya tekanan negatif di bursa global membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sulit menuju jalur positif.
Greenomics tuding Uni Eropa pasang standar ganda terhadap produk-produk komoditas sawit dari Indonesia. Ekspor produk sawit Indonesia ke Uni Eropa meningkat pesat, namun selalu dikecam sebagai perusak lingkungan.
Pemerintah menyiapkan setidaknya Rp 300 miliar untuk memberikan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) untuk sektor bahan-bakar nabati (BBN) atau biofuel.
Namun, dalam prakteknya setelah mengalami dua kali penurunan harga BBM tak serta merta harga kebutuhan pokok turun secara signifikan. Suku bunga perbankan bahkan malu-malu turun.
Setelah dua hari berturut-turut di zona negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal bergerak mendatar. Investor akan konsolidasi dulu dengan melakukan pembelian terbatas.
Pemerintah menargetkan harga minyak goreng di pasaran akan turun menjadi Rp 7000 per liter. Harga rata-rata minyak goreng saat inimencapai Rp 7.600 per liter.
Penurunan harga minyak dunia di New York yang kini di level US$ 37 per barel menjadi tanda peringatan bagi saham tambang dan komoditas. Saham di sektor itu rentan terhadap pelemahan harga minyak.
Kegagalan diarahkan ke Pertamina. Padahal, apa yang terjadi pada Pertamina merupakan bagian kebijakan pemerintah. Jangan masyarakat dibodohi dengan penurunan harga minyak sebagai prestasi.